Kegiatan pengabdian mandiri dengan judul “Edukasi Pemanfaatan Biopori sebagai Teknologi Pengomposan Sederhana di Desa SriKuncoro” telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 11 Juni 2021. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdi dengan ketua Ir. Kanang S. Hindarto, M.Sc dan 2 orang anggota Tim Pengabdi yaitu Prof. Ir. Zainal Muktamar, M.Sc., Ph.D dan Ir. Herry Gusmara, M.Sc. Pelaksanaan kegiatan ini juga dibantu oleh tiga orang mahasiswa ilmu tanah, yaitu : Winaldy Habibi Ramadhan (E1F018038), Nur Fitriani (E1F018001) dan Wita Dwi Sahara (E1F018005). Pada kegiatan ini sekitar 15 orang warga masyarakat yang merupakan anggota kelompok wanita tani desa Srikuncoro berkesempatan untuk hadir dan mendengarkan paparan yang disampaikan oleh Tim Pengabdi. Pada kegiatan ini berkesempatan pula bapak Kepala Desa Srikuncoro, Romadhon, untuk hadir dan memberikan apresiasi dan dukungan kegiatan pengabdian ini. Beliau berharap, pengabdian ini dapat berjalan lancer dan berkelanjutan sehingga kebiasaan ini nanti diterapkan oleh masyarakat.

Selain disosialisasikan dan dikenalkan dengan biopori, manfaatnya dan proses pengomposan didalam lubang biopori, juga dipraktekkan pembuatan lubang biopori. Praktek pembuatan Lubang Resapan Biopori ini dilakukan di lahan milik warga. Lubang resapan biopori ini dibuat dengan menggunakan bor biopori. Setelah bor masuk sedalam 20 cm atau setelah mata bor terlihat penuh dengan tanah, tarik bor keluar dengan sedikit memutar tetap searah jarum jam. Keluarkan tanah dalam mata bor dengan menggunakan golok atau bambu sehingga bersih dari tanah. Lanjutkan kembali pemboran. Setiap kali mata bor penuh terisi tanah atau setiap kali bor menembus 10 cm, angkat kembali bor lalu bersihkan seperti tahap sebelumnya. Lakukan terus hingga mencapai kedalaman 80 cm. Bila pembuatan satu lubang telah selesai, kembali buat lubang lain hingga mencapai enam lubang resapan pada satu jenis penggunaan lahan.  Sebelum lubang dibuat ditentukan dahulu titik-titik penempatan lubang biopori yang tepat. Terdapat duabelas titik peletakan biopori dilahan ini. Tanah dibor pada kedalaman 80 cm dengan diameter 10 cm.

Pipa yang digunakan dipotong-potong sepanjang 80 cm dan diameter 10 cm. pipa tersebut kemudian di berikan lobang disetiap sisinya dengan jarak 5 cm sebanyak 24 lobang. Lobang-lobang ini nantinya untuk sirkulasi udara dan aliran air serta hewan tanah yang ada di sekitar biopori. Agar kompos yang nanti dihasilkan tidak terbuang, maka bagian atas dan bagian bawah dari biopori ditutup. Bagian tutup juga dilubangi sebagai sirkulasi udara dan air. Pada lubang-lubang biopori nanti akan diisi dengan sampah rumah tangga yang sudah dipilah untuk dikomposkan dan menjadi pupuk kompos. Proses pengomposan masih terus berlangsung hingga 1 hingga 2 bulan ke depan. Kedepannya Tim Pengabdi akan hadir kembali ke desa Srikuncoro untuk memanen kompos yang telah dibuat dan mensosialisasikan serta mempraktekkan mengenai keberlanjutan Bopori dan pemanfaatan pupuk kompos.