Pengabdian masyarakat dilakukan olah tim pengabdi dari Fakultas Pertanian  Universitas Bengkulu: Dr. Ir. Prasetyo, M.S (ketua), Ir. Entang Inoriah, MP (anggota), Muhimatul Husna, SP, MSi (anggota), Wasista Hartanto (mahasiswa), Kurnia Aulia  (mahasiswa). Sasaran kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah Kelompok Tani Wanita (KWT) Dusun 1 Desa Padang Betuah Kabupaten Bengkulu Tengah yang berjumlah 30 orang. Penentuan topik pengabdian berdasarkan permintaan dari anggota KWT dengan judul Peningkatan Keterampilan KWT Dusun 1 Desa Padang Betuah Melalui Pengolahan Jahe Merah dan Budidaya Kacang Hijau.

Permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani Wanita II Desa Padang Betuah  adalah sebagai berikut : 1) Belum termanfaatkan secara optimal lahan pekarangan, salah satunya dengan menanam jahe dan kacang hijau dan mengolahnya sehingga dapat mempunyai  nilai jual yang tinggi dan ekonomis, 2) Kelompok Tani Wanita dusun 1 Desa Padang Betuah  berkeinginan untuk mengolah jahe dan budidaya kacang hijau, namun masyarakat belum tahu teknologi tepat guna yang digunakan, 3) Kelompok Tani Wanita dusun 1 Desa Padang Betuah juga berkeinginan meningkatkan nilai produk olahan nantinya, namun belum tahu cara meningkatkan kualitas produk dan nilai jualnya.

Untuk memenuhi keinginan masyarakat khususnya KWT dusun 1 Padang Betuah, setelah kegiatan survey tersebut, maka dua minggu kemudian dilakukan penyuluhan dengan materi budidaya dan pengolahan Jahe dan Kacang hijau. Kegiatan  penyuluhan  dilakukan di masjid Padang Betuah yang diikuti oleh 30 peserta KWT  yang ada di desa Padang Betuah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, peserta dengan semangat mengikuti penyuluhan dan terjadi diskusi yang cukup seru selama penyuluhan. Penyuluhan dibuka oleh pak Kades Purnawarman dan berlangsung sampai sekitar tiga jam.

Dua minggu setelah penyuluhan, dilakukan kegiatan praktek pembuatan minuman kesehatan berbahan baku jahe menjadi jahe instan dan sirup jahe.  Pada praktek pengolahan jahe instan dan sirup jahe yang diikuti oleh KWT dusun 1, sangat antusias peserta dalam mengikuti, bahkan banyak yang bertanya jika ada yang kurang jelas dan paham. Dalam praktek, bahan baku jahe yang digunakan masih mendapatkan dari pasar, tapi untuk kedepannya dengan belajar budidayanya juga, diharapkan bahan baku bisa diambil dari pekarangan yang sudah barang tentu akan lebih meningkatkan pendapatan petani khususnya kelompok wanita tani (KWT) dusun 1 desa padang Betuah.