Devatra 1 dan Devatra 2 merupakan dua varietas unggul baru nasional kedelai. Varietas unggul ini dirakit oleh pemulia-pemulia tangguh dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.  Pelepasan varietas unggul ini atas dasar Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 852/HK.540/C/06/2020 dan 853/HK.540/C/06/2020 tentang Pelepasan Calon Varietas Kedelai 19 BE sebagai Varietas Unggul dengan nama Devatra 1 dan Pelepasan Calon Varietas Kedelai 14 DD sebagai Varietas Unggul dengan nama Devatra 2.

Ketua Pemulia, Ir. Dotti Suryati, M.Sc. kelahiran Bukittinggi 8 September 1955 dengan jenjang pendidikan S1 Universitas Andalas Padang dengan bidang ilmu Agronomi, dan pendidikan S2 University of Kentucky. USA. Saat ini Dotti Suryati tercatat sebagai dosen aktif pada Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, dengan mata kuliah yang diasuh yaitu Genetika, Pemuliaan Tanaman, Pengantar Ilmu Pertanian, dan Produksi Tanaman Pangan.

Varietas unggul nasional Devatra 1 berasal dari seleksi persilangan dialel antara Malabar dan Kipas Putih, memiliki tipe tumbuh determinit, dengan 45 jumlah polong per tanaman dan potensi hasil 3,07 ton/ha pada kadar air 12%. Sedangkan Devatra 2 berasal dari seleksi persilangan dialel Malabar dan Kipas Putih, memiliki tipe tumbuh determinit, dan potensi hasil 2,78 ton/ha pada kadar air 12%.

Selain Dotti, anggota tim lain yang terlibat sebagai pemulia tanaman adalah Dwi Wahyuni Ganefianti, M Chozin dan Muchlish Adie, serta anggota tim peneliti yaitu, Ali Munawar, Alnopri, Dwinardi Apriyanto, Riwandi dan Hasanuddin. Semuanya adalah dosen Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu kecuali Muchlish Adi dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Kementerian Pertanian. Menurut Dotti, Universitas di luar Jawa baru UNIB yang merilis varietas unggul kedelai dan melalui persilangan, karena ada juga varietas dihasilkan dari pemurnian varietas lokal.

Selamat bu Dotti dan kawan-kawan yang telah berjuang keras untuk karya ini.